Dari Mana Mas?


Oleh: Hazim Ahmadi

Ini cerita sebetulnya sudah lama sekali yaitu sekitar 20 tahun yang lalu. Ketika itu saya masih kuliah tahun pertama atau kedua ya, dimana waktu itu banyak mata kuliah praktikum di ITB. Saya kuliah di IT Telkom (waktu itu namanya STT Telkom yang masih berlokasi di Jalan Suci). Kost kami berada di daerah Jalan Cikutra Bandung. Jadi kalau mau ikut praktikum di lab ke ITB, kami bareng-bareng yang kebetulan jadwalnya sama naik angkutan kota (angkot) warna hijau dari Jalan Suci ke Jalan Kebon Bibit.

Hari itu kami, kalau nggak salah bertiga, saya dari Klaten, satu teman saya dari Sragen dan satunya lagi dari Sukoharjo bersama naek angkot mau praktikum di ITB. Karena keasyikan ngobrol di dalam angkot tidak terasa kami sudah berada di samping Kebon Binatang Bandung, samping ITB. Kami turun, saya turun duluan dan bayar, diikuti teman yang dari Sragen. Kemudian teman terakhir ngasi uang Rp.1000 ke sopir, dan sebelum pergi nungguin kembalian. Waktu itu ongkos dari segmen Suci – ITB adalah Rp.250.

Sopir :  “Dari mana Mas?” (Langsung nanya nya pakai kata sandang mas, rupanya sang sopir ndengerin obrolan kami di dalam angkot.)

Teman saya : ” Dari Sukoharjo.”

Sopir: “Bukan. Maksudnya tadi naiknya dari mana? ”

Teman saya : ” Oh dari jalan Suci pak. Hehe saya kira dari mana asalnya pak”

Sopir: “Eeee….”

Orang-orang dalam angkot rupanya melihat ini dan mulai senyum-senyum. Ngapain juga sopir angkot ya, nanya mahasiswa culun dan cowok lagi, asalnya dari mana ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s