Konferensi Mobile Backhaul-Asia (IV)


Image

Bangkok, 29-03-2012

Minggu yang lalu, 28-29 Maret 2012 ada event konferensi Internasional yaitu Mobile Backhaul Asia di Bangkok, Thailand yang mengambil tema Solutions for The Mobile Capacity Crunch. Konferensi ini adalah ajang pertemuan para pakar jaringan transport dan jaringan nirkabel untuk membahas perkembangan dan pertukaran informasi dalam menangani perkembangan jaringan pita lebar nirkabel. Ada sekitar 40 pakar jaringan di sana, yang berbicara mengenai jaringan transport IP/MPLS, pita lebar nirkabel LTE, teknologi sinkronisasi yang menjadi hot issue di dalam jaringan berbasis Ethernet, backhaul solutions untuk jaringan nirkabel dan lain-lain. Saya adalah salah satu pembicara tamu di sana yang terlibat dalam diskusi panel mengenai kesiapan jaringan IP untuk backhaul full IP ready.

Tema jaringan backhaul memang akan bertambah keras suaranya ketika berbicara jaringan pita lebar dengan akses jaringan nirkabel. Perkembangan jaringan akses yang menyediakan layanan data pita lebar hingga puluhan Mega bit per detik, dari base station ke terminal pelanggan menuntut kebutuhan jaringan yang menghubungkan base station ke jaringan core. Jaringan core, dalam konteks jaringan data paket, adalah jaringan PDSN (SGSN dan GGSN) untuk 3G atau jaringan EPC (Evolved Packet Core – terdiri dari Service Gateway (S-GW), Mobile Management Entity (MME) dan Packet Gateway (P-GW) ) yang menghubungkan terminal/device pelanggan ke jaringan Internet.

Untuk mengatasi kerumitan desain jaringan dan kemudahan operasional, jaringan backhaul dibagi menjadi dua segmen yaitu segmen akses backhaul (backhaul access) dan segmen agregasi backhaul (backhaul aggregation). Segmen backhaul adalah dari titik PoC ke arah jaringan akses (base station) sedangkan segmen agregasi adalah dari titik PoC ke arah jaringan core. Titik agregasi dipergunakan untuk agregasi beberapa base station yang nantinya juga untuk hubungan antarmuka X2. Kecenderungan para engineer mengarahkan semua jaringan backhaul ke arah full IP baik di segmen agregasi maupun di segmen akses.

Menurut pendapat penulis, sebaiknya untuk segmen agregasi ke arah PoC dapat menggunakan mode IP/MPLS di lapisan L3 karena dibutuhkan suatu jaringan yang stabil meskipun rumit. Sedangkan untuk segmen dari agregasi ke arah jaringan akses sebaiknya menggunakan mode Ethernet atau L2 karena  dibutuhkan mode yang sederhana, dengan cost murah dan tidak terlalu rumit karena lokasi titik pemasangan base station tersebar dan sulit untuk prediksinya.

Isu menarik lainnya adalah ramalan penggunaan micro bts yang semakin tinggi hingga 90% dari total bts pada tahun 2016. Ini masih prediksi dan keep an eye on seeing this trend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s