TD-LTE Makin Populer?


Oleh: Hazim Ahmadi

Implementasi LTE akan sangat mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah ketersediaan spektrum yang sudah dimiliki operator. Mengapa karena kemungkinan besar harga bandwidth spektrum yang harus sediakan akan efektif bila lebih besar atau sama dengan 10 MHz. Sedangkan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi kepada pemerintah juga mahal. Masih ingat ketika 3G dulu. Di sisi lain spektrum yang masih tersisa lebar ada di kisaran 2,6 GHz. Ini tentu solusi yang baik untuk operator karena akan dibutuhkan investasi yang tinggi karena untuk menutup cakupan yang luas dibutuhkan jumlah BTS yang tidak sedikit.

WiMAX yang semakin hari semakin berkurang pendukung, bisa jadi, suatu saat pemegang spektrum akan berpindah ke lain hati, yaitu ke LTE. Ini seperti yang terjadi pada operator Yota (Rusia) dan ClearWire (US). Bukan sesuatu yang mustahil, mengingat ekosistem yang dibangun platform LTE lebih siap dan berjalan mulus.

Namun berbeda dengan LTE arus utama (mainstream) yang menggunakan pembagian frekuensi berbasis FDD, operator pemegang spektrum WiMAX nantinya akan menggunakan LTE yang berbasis Time Duplexing atau TD-LTE. Dua negara raksasa China dan India, dengan jumlah pelanggan potensial, juga telah memutuskan masuk ke TD-LTE. Jadi sekitar 54% pelanggan potensial justru akan menggunakan TD-LTE dibanding FDD LTE yang diusung oleh operator-operator besar namun dengan jumlah pelanggan yang tidak lebih besar dibanding kedua raksasa tadi.

Seperti yang dikabarkan Telecom.com edisi 30 Maret 2011, ternyata beberapa operator di negara maju Eropa yang semula meyakini FDD LTE berpikir untuk pindah arus juga. Operator tersebut adalah Hi3G di Swedia bergandengan tangan dengan ZTE mengklaim akan melaksanakan trial jaringan LTE TDD/FDD dual mode. Jaringan ini akan digelar di Swedia dan Denmark yang menjanjikan kecepatan data hingga 100 Mbps. Operator Hi3G mempunyai bandwidth 500 MHz di Swedia dan 25 MHz di Denmark.

ZTE and Swedish operator Hi3G are partnering to launch what they claim will be the world’s first LTE TDD/FDD dual mode networks.  ZTE will provide the kit for the rollout, which will take place in Sweden and Denmark. As part of the deal, ZTE will also be involved in the upgrade of the operator’s 3G network.

One thought on “TD-LTE Makin Populer?

  1. ..Namun demikian para operator tersebut masih terbentur dengan masalah keterbatasan spektrum yang ada. Dengan kata lain mereka tidak dapat menambah pelanggan baru dalam jaringan yang telah ada tanpa membangun Base Transceiver Station BTS tambahan. Sejalan dengan permaslaah itulah Nokia Siemens Networks NSN sebagai perusahaan hardware software dan layanan profesional telekomunikasi terbesar di dunia menawarkan feature efisiensi spektrum unik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s