Ethernet dan MPLS untuk Jaringan Backhaul


Mengapa Backhaul 4G Berbeda

Seperti saya jelaskan pada blog yang sebelumnya bahwa ada beberapa hal yang membuat mengapa posisi jaringan backhaul menjadi lebih penting pada era telekomunikasi Generasi Keempat. Generasi teknologi ini berevolusi ke arah full packet switched baik dari sisi core network, jaringan akses dan di user equipment (UE). Teknologi WiMAX, HSPA+ maupun Long Term Evolution (LTE) berkompetisi menjadi pemenang teknologi paket data dan menawarkan peak rate data terbaik. Namun teknologi ini adalah teknologi jaringan akses yang merupakan antarmuka udara yang berinteraksi langsung dengan perangkat UE tadi. Sedangkan dari core network menuju ke jaringan akses ini dibutuhkan suatu jaringan transport yang menghubungkan keduanya. Karena diujung dibutuhkan bandwidth data yang besar maka transport yang dibutuhkan pun ikutan menjadi besar.

Berlimpahnya ketersediaan modulator-demodulator (modem) 3G yang berbentuk dongle USB dan smart phone murah di pasaran baik dari vendor terminal bermerk seperti Samsung, Nokia, Sony Ericsson bahkan dari terminal keluaran China membuat harga terjangkau bagi pelanggan untuk membelinya. Aplikasi sosial media seperti facebook, twitter, multiply, four square, flixter dan lain-lain membuat trafik data di jaringan seluler meningkat. Aplikasi Youtube, streaming video dan map GPS makin mendorong trafik data melebihi trafik voice. Harga tarif data yang cenderung flat juga mempengaruhi okupansi jaringan oleh layanan data.

Operator mobile atau seluler menyadari kecenderungan layanan data paket segera datang dan semakin besar. Tidak seperti layanan voice yang dibayar berdasarkan minute of usage (MoU) untuk layanan data tarif didasarkan pada volume data yang dinikmati pelanggan. Padahal volume data yang besar pada layanan data membebani jaringan berdampak pada pembengkakan sewa jaringan backhaul walaupun dari sisi revenue tidak seiring dengan kenaikan beban jaringan transport yang digunakan untuk backhaul tadi.

Menurut data vendor, terjadi kenaikan dua kali trafik Internet yang melalui jaringan seluler setiap 12 hingga 18 bulan. Hal ini disebabkan oleh hal-hal yang disebutkan pada alinea kedua di atas. Tarif flat data nampaknya juga masih akan berlanjut. Artinya akses data Internet juga masih akan meningkat. Hal ini menyebabkan fenomena dengan apa yang disebut sebagai traffic revenue divergence. Terjadi peningkatan trafik yang eksponensial namun revenue operator cenderung flat sehingga terjadi gap antara revenue dengan cost yang semakin besar. Jadi operator harus melakukan efisiensi agar revenue tidak semakin tergerus dengan cost yaitu dengan menekan cost pada jaringan backhaul karena cost ini merupakan komponen yang terbesar.

Target Jaringan Backhaul

Perbaikan dan efisiensi jaringan backhaul ditargetkan untuk memperbaiki jaringan bottleneck pada jaringan legacy. Jaringan yang sebelumnya menggunakan E1 sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodasi kapasitas bandwidth yang diperlukan untuk NodeB dan eNodeB yang besarnya 12 hingga 80 Mbps per site.

Jaringan backhaul juga diharapkan dapat memecahkan persoalan backhaul yang mampu mendukung multi-generasi baik 2G, 3G maupun 4G dengan satu jaringan backhaul. Semua jaringan transport juga dapat dilewatkan dalam satu medium yang digunakan misalnya ethernet, IP/MPLS maupun TDM.

Konsep Jaringan Backhaul

Jaringan backhaul yang menghubungkan antara perangkat jaringan access dengan jaringan core biasanya dibagi menjadi dua segmen. Pembagi kedua segmen tersebut biasa disebut dengan agregasi (aggregation). Agregasi ini dibutuhkan untuk memudahkan manajemen jaringan backhaul. Pada sisi jaringan akses ada BTS 2G, NodeB 3G, eNodeB dan group controller seperti BSC dan RNC.

Antara perangkat agregasi dengan jaringan core disebut dengan jaringan agregasi, sedangkan antara perangkat agregasi dengan jaringan access disebut dengan jaringan backhaul. Untuk segmen jaringan agregasi biasanya menggunakan tipe jaringan full mesh sedangkan tipe jaringan yang digunakan pada backhaul adalah tipe tree atau ring. 

Konsep Jaringan Backhaul

Sedangkan jaringan antara satu core network dengan core network lainnya disebut dengan jaringan backbone. Jaringan dapat terhubung dalam satu kota (intra city) maupun antar kota (inter city). Jaringan ini misalnya menghubungkan antar Network Subsystem (NSS), Central Office (CO), Evolved Packet Core (EPC), Packet Data Network (PDN) dan lain-lainnya.

Teknologi Backhaul

Berdasarkan data Infonetics, 2008 diprediksi ke depan jaringan transport akan banyak mengarah ke penggunaan teknologi Ethernet. Teknologi ini dapat ditumpangkan dengan berbagai medium seperti copper, optic maupun microwave.

Microwave banyak digunakan operator terutama di Eropa dan Asia Pasifik karena pertimbangan harga yang mudah dan kecepatan instalasi dibandingkan dengan medium lainnya seperti fiber optic atau copper. Walaupun ideal fiber tidak selalu dapat disediakan di mana site NodeB atau eNodeB akan ditempatkan. Hal ini memberikan pilihan yang leluasa bagi operator.

Victor Zhang, Mobile Backhaul Asia, Hong Kong, March 2010

Sampai saat ini jaringan backbone sudah banyak yang menerapkan IP/MPLS namun ke depan MPLS makin luas ke arah jaringan backhaul. Namun nantinya untuk teknologi transport menggunakan protokol multi-protocol labelling service (MPLS) yang sudah terbukti dapat mendukung ATM, TDM, Ethernet dan HDLC (IETF PWE3). Dengan teknologi PWE3 jaringan backhaul yang masih menggunakan T1/E1 masih bisa diakomodasi dengan cara emulasi. Sehingga operator masih dapat mempertahankan penggunaan RAN eksisting (CAPEX protection) sambil mendorong ke arah penggunaan transport paket.

5 thoughts on “Ethernet dan MPLS untuk Jaringan Backhaul

  1. shinta says:

    Assalamualaikum wr. wb.

    terima kasih untuk sharing ilmu nya. saya sangat tertarik dengan tulisan bapak mengenangi jaringan backhaul dengan teknologi ethernet MPLS. kebetulan saya mahasiswa pasca sarjana IT Telkom, mengambil topik mengenai transport solution untuk mobile backhaul LTE. saya ingin ngobrol banyak dan sharing dgn bapak mngenai topik tersebut.

    terima kasih
    Shinta Nurcahya
    phone : 08562047188
    email : shinta.nurcahya111@yahoo.com
    shinta_curly gals111@yahoo.com

    • hazimahmadi says:

      wa’alaykumsalam wrwb.
      oh ya dulu sebelumnya ada mahasiswa S2 ITTelkom juga pernah menulis ttg topik ini. Memang menuju pita lebar wireless dibutuhkan juga backhaul yang lebar juga.
      Silakan bisa kontak via YM! or Gtalk or Skype.

  2. hazimahmadi says:

    Boleh saja Wahyu, kenapa enggak. Mungkin karena waktunya belum pas saja ya. Kalau Rabu& Kamis, biasa ada perjalanan dinas ke luar kota. Kalau mau janjian hari Jum at atau senin saja. Kontak dulu lwt gtalk or YM! (hazim or hazimahmadi)

  3. wahyu says:

    Assalamualaikum wr. wb.

    Alhamdulillah, terima kasih udah sharing ilmu tentang Backhaul-nya Pak, menyambung dari pembahasan2 sebelumnya, saya ingin bimbingan secara langsung tatap muka dengan bapak, boleh tidak pak? sebelumnya2 saya sudah menghubungi bapak lewat front office tetapi tidak di angkat atau bapak tidak lagi di tempat, bagaimana sebaiknya ya pak? terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s