Masa Transformasi Seluler


Oleh: Hazim Ahmadi

Beberapa hari ini saya menghadiri workshop, seminar dan presentasi mengenai jaringan nirkabel seluler dari vendor dan operator. Transformasi layanan dan evolusi jaringan masih berlangsung nampaknya. Vendor banyak menawarkan evolusi jaringan ke depan mendukung IMS dan 4G. Sedangkan operator masih berkutat bagaimana mengefisienkan jaringan bila tidak ingin profit usaha menipis.

Profit Menipis

Mengapa saya katakan profit usaha menipis? Banyak alasan untuk menjawabnya.
Pertama adalah iklim kompetisi yang ketat membuat operator mengejar revenue dengan meningkatkan volume. Hal itu bisa dicapai yaitu dengan meningkatkan jumlah pelanggan baik pelanggan baru maupun pelanggan lama alias pelanggan yang sudah menjadi customer operator lain. Gimmick adalah strateginya. Harga ditekan serendah-rendahnya untuk menarik mereka menjadi pelanggan. Ini memberikan impact yang besar terhadap operator incumbent yang selama ini menikmati tarif mahal terhadap customernya. Kalau tarif diturunkan artinya operating revenue menjadi berkurang alias Average Revenue Per User (ARPU) nya turun juga.

Kedua masalah asset. Umur asset perangkat berbeda dengan umur teknis. Secara finansial umur asset perangkat dibuat terdepresiasi habis pada tahun kesepuluh. Padahal pada tahun kelima umur teknis perangkat sudah tidak lagi digunakan untuk produksi karena tergantikan oleh perangkat baru baik karena alasan kemampuan, kapasitas ataupun karena hal lain. Hal ini menimbulkan permasalahan baru karena nilai asset perangkat untuk teknologi informasi masih sangat besar bila dihitung rupiahnya, padahal sudah berada di gudang.

Ketiga cost untuk mendeliver layanan semakin tinggi sedangkan tarif yang dikenakan kepada pelanggan makin rendah. Trend layanan yang mengarah pada layanan akses data memicu peningkatan okupansi bandwidth di jaringan. Operator harus meningkatkan bandwidth di jaringan transport baik di sisi akses maupun core bila tidak ingin customer mengalami frustrasi karena layanan yang buruk kemudian churn ke operator lain. Padahal peningkatan bandwidth berarti menimbulkan cost yang signifikan bagi total cost yang ditanggung operator.

Isu Catuan

Cost yang ditimbulkan oleh penggunaan power juga sangat signifikan bagi pengeluaran operator. Perangkat-perangkat lama satu BTS dapat mengkonsumsi lebih dari 20 KVA. Itu belum parah bila masih dapat dilayani oleh PLN, namun untuk daerah pulau terpencil yang masih menggunakan Generator Set (Genset) memerlukan pasokan solar ribuan liter per bulannya. Bayangkan bila suatu operator punya BTS lebih dari 5000 site. Beberapa operator mulai memutuskan untuk tidak membeli aset catu daya tetapi menyewa saja agar lebih efisien.

Menurut hemat saya seharusnya dikembangkan power dengan tenaga surya untuk mencatu BTS-BTS yang tidak perlu dikunjungi petugas dalam jangka waktu yang lama (unattend BTS). Teknis ini akan mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi biaya SDM. Selain itu dengan memanfaatkan tenaga surya juga selaras dengan pesan dunia mengenai teknologi hijau (green technology).

Isu Spektrum

Pemerintah saat ini juga sedang gencar-gencarnya mengubah aturan Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum yang semula per site BTS menurut daya pancar dan lebar spektrum menjadi BHP berbasis pita. Memang tujuan ini mulia karena akan memotivasi operator untuk meningkatkan kualitas jaringan. Namun biaya per MHz yang masih mahal secara signifikan mengurangi pendapatan operator. Untuk operator besar biaya untuk BHP ini nantinya bisa-bisa lebih dari 2% dari total revenue. Saya sih berharap tidak terjadi.

Kerumitan Bertambah

Sedangkan IMS sendiri yang diyakini sebagai platform layanan target akhir operator nampaknya masih jauh direalisasikan. Operator masih wait and see. Penambahan network element ke dalam eksisting jaringan akan meningkatkan kerumitan integrasi dan interkoneksi. Prinsip simplify harus dijalankan agar penambahan network elemen tidak menambah pusing engineer di lapangan.

Bila 4G diimplementasikan ke network eksisting nantinya di lapangan akan ada BTS 2G, NodeB 3G, dan eNodeB 4G yang secara bersamaan menempati satu lokasi. Betapa rumitnya perkabelan, transport dan anciliaris lainnya. Makanya perlu suatu rack yang mampu mengakomodasi ketiga teknologi tersebut dalam satu kotak sehingga memudahkan operation and maintenance. Perlu kebutuhan yang common disatukan.

2 thoughts on “Masa Transformasi Seluler

  1. hazimahmadi says:

    Dear Uli,
    thanks untuk mulai diskusinya.
    Benar ke depan permasalahan catuan atau power supply ini menjadi krusial. Teknologinya gak terlalu smart tetapi kedudukannya penting. Coba kalau charging batere cukup dijemur matahari atau dicelupin ke coca cola, mungkin pengguna smart phone BB/Iphone/Nokia gak pusing-pusing ketika baterenya running out. Hehe.
    Salah satu permasalahan operator (saya bekerja di operator) adalah masalah power supply baik dari segi biaya, penyediaan maupun perawatan (keamanan). Kalau ide penggunaan methanol bisa direalisasikan wah bisa revolusi penggunaan daya tuh.

    kontak di YM! ku hazimahmadi ….

    hazim

  2. Uli says:

    Dear Mas Hazim,

    Aku tertarik discuss yang “isu catuan” part … Btw, Mas Hazim di operator ?

    Kalo menurut aku, sekarang cuaca kan lagi gak jelas banget, gak jelas ada mataharinya atau ngga, bisa2 berhari2 tidak ada matahari. Nah, aku punya solusi lain yang Green Technology juga, yaitu pake Fuel Cell, bahan bakarnya dengan Hidrogen atau Methanol, nah itu safe banget … bagus untuk di off grid dan on grid. Fuel Cell ini bisa mereplace Genset yang mahal dengan bahan bakar dan juga berisik ….

    Kira2 kita bisa discuss lebih lanjut gak ya ?

    Thanks Mas Hazim🙂

    Uli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s