Apakah CDMA2000 1xEV DO Rev B Mengancam Telkomsel?


Oleh: Hazim Ahmadi

The CDMA Development Group reports that Indonesian mobile operator Smart Telecom has deployed the world’s first CDMA2000 1xEV-DO Rev B network in Bali. The upgrade to Rev B boasts maximum download speeds of 9.3Mbps and 5.4Mbps in the uplink. Going forward, Smart Telecom plans to have upgraded the majority of its networks to Rev B by 31 December 2010. In terms of commercial launch, the cellco will start by offering a Rev B enabled datacard services for laptop users.

Berikut analisis tentang kedatangan pemain baru dalam layanan data via jaringan wireless ini. CDMA 1xEV DO Rev B (selanjutnya saya  sebut EV DO Rev B) adalah revisi dari Rev A. Satu carrier frekuensi EV DO Rev A punya kemampuan deliver data hingga 3,1 Mbps (peak rate pada arah downlink/bts ke pelanggan). Tapi sifat radio itu ya seperti balon, yang bentuknya bisa dibuat bulat seperti bola atau bisa juga dibuat panjang seperti pensil, artinya ada trade-off antara jarak, rate dan kualitas layanan. Makin dekat jarak bts dengan pelanggan makin tinggi rate-nya, dan sebaliknya. 

Kalau rate EV DO Rev A hanya 3,1 Mbps maka untuk Rev B dapat digandakan beberapa carrier frequency tadi menjadi kesatuan misalnya 2 atau 3 carrier frequencies. Artinya dengan menggabungkan beberapa carrier tadi dalam satu sektor maka kecepatan data dapat meningkat secara agregat  dapat mencapai 6,2 Mbps hingga 9,3 Mbps untuk downlink. Kalau dilihat dari kecepatan yang ditawarkan  secara teknis teknologi ini dapat bersaing dengan layanan HSDPA/HSUPA yang ditawarkan Telkomsel yang selama ini punya kemampuan 7,3 Mbps (untuk arah downlink – untuk Rev.7), if i am not mistake.

Analisis saya, pertama adalah kalau Smart Telecom sekarang ini mempunyai 5 carrier frequencies dan didukung dengan dana capex yang cukup, maka bisa juga jadi ancaman baru bagi pemain data lama seperti HSDPA yang ditawarkan operator seluler atau pita lebar lewat ADSL yang ditawarkan Telkom, yaitu dengan mengoptimalkan kemampuan EV DO Rev B-nya. Mengapa saya sebutkan butuh dana capex yang cukup? Ya, karena untuk  meng-cover cakupan nation-wide dia memerlukan tidak kurang dari 5000 bts EV DO Rev B, dan ini tidak murah. Saya pikir mereka akan implementasi bts tersebut secara hot spot atau daerah yang potensial memberikan revenue yg signifikan.

Analisis kedua frekuensi Smart ada di 1900 MHz, pita frekuensi yang semula juga diduduki Telkom Flexi dan StarOne, namun karena akan digunakan untuk layanan 3G maka kedua operator ini dipindahkan ke pita 800 MHz. Dengan berpindahnya dua operator tadi, maka dia bermain sendirian di sana. Permasalahannya adalah terminal availability di pasar. Di dunia ini kebanyakan sistem CDMA pakai pita band class 0 atau 800 MHz. Maka kecuali Smart menyediakan terminal modem (biasanya usb dongle), secara tidak langsung mereka akan menyulitkan pelanggan mencari terminal di pasaran.

Analisis ketiga, untuk memenuhi data dengan kecepatan seperti itu tadi  mereka butuh jaringan backhaul yang lebih besar. Kalau mereka cukupi dengan sewa E1, wah dia butuh tidak kurang dari 15xE1, jadi berapa tuh biaya per bulannya. Jadi mereka buth koneksi IP agar lebih murah dibanding E1. 

Jadi ya, akan menjadi ancaman dan mengambil kue ketiga big boys (Telkomsel, Indosat dan XL) tapi kalau overtake terhadap mereka, I don’t think so at the moment.

4 thoughts on “Apakah CDMA2000 1xEV DO Rev B Mengancam Telkomsel?

  1. hazimahmadi says:

    >>> Cycnus said:
    selain itu, di tempat lain… operator CDMA berlomba2 pindah technology.

    >> hazim said:
    2G cdma —> 3G HSDPA bukan pindah tetapi evolusi, karena beda generasi. Tetapi kalau 2G cdma —> 2G GSM namanya pindah. Kalau pindah teknologi juga akan menimbulkan biaya yang sangat besar karena berarti anda mengganti semua infrastruktur BTS yang ordenya ribuan padahal harganya per BTS bisa milyaran rupiah.

    >>> Cycnus said:
    untuk info aja…
    wimax juga mati…
    operator pendukung wimax sudah tidak ada lagi.
    dan wimax sudah di anggap technology gagal.
    kalau mau langganan wimax tapi harus beli alat, jangan mau…
    kalau alat ngak usah beli… terserah kamu mutusin

    >>> hazim said:
    masih banyak yang bisnis WiMAX kok. Coba cari di google, ada operator Packet One Malaysia yang masih komersial. Di Amerika Utara juga sudah banyak yang komersial, karena modem WiMAX dijual bundling dengan notebook pc. Apalagi nanti kalau mobile WiMAX, kayaknya masih banyak yang berminat.

  2. hazimahmadi says:

    Terima kasih Cycnus,
    cdma 1x itu bukan 3G kecuali 1x EV DO. Kalau dibilang cdma hanya Indonesia dan China, data ini juga tidak akurat setidaknya at this moment. Australia, Amerika Selatan, Eropa Timur, Jepang masih banyak menggunakan voice 2G menggunakan cdma. Nah ketika ke 3G memang sebagian besar evolve ke WCDMA (Rel99) atau HSDPA (Rel.5) dst yang sebetulnya menggunakan teknologi wideband CDMA juga.
    Telecommunication is about community. Makin banyak operator yang mengadopsi suatu teknologi akan mendorong komunitas menjadi besar karena harga infrastruktur dan handset menjadi murah disebabkan skala ekonomi yang dicapai pabrikasi.
    I’m not telling you the fact of cdma technology from qualcomm site, but all this content is grabbed from my experiences.
    Terima kasih atas sarannya.

    salam,

    Hazim

  3. cycnus says:

    Salam Kenal mas,

    Tulisan mas ini seperti handout qualcom saja🙂.

    Pada kenyataan saat ini di dunia CDMA itu yang artinya CDMA 1x yang dipelopori kubu qualcom mengalami kekalahan fatal dikarenakan handset manufactur besar seperti Nokia, Sony Ericson, Motorola, HTC tidak mau bermain di 1x variant, dan andaikata mau bermain di sono, akan mengeluarkan GSM variant nya (GSM/WCDMA/3G) dulu.

    Menurut data statistic yang saya liat dari GSMA (GSM asociation), bahwa perpindahan dari GSM ke 3G sangat stabil. sebagai contoh, pengguna handphone di singapore saat ini sudah 70% 3G. di japan sudah 100%. dan lebih dari 50 negara sudah mencapai 60% 3G penetration.

    sedangkan pada kubu CDMA, penggunanya TIDAK melakukan perpindahan teknologi. jadi sampai saat ini EVDO Rev. 0 / Rev. A / Rev. B hanya berada pada level 15%. Ini bukan karena operator malas memasarkan technologi CDMA loh, tetapi karena:

    1. handset yang buat ngiler semuanya GSM. maka itu yang doyan buang duit beli nya kartu GSM, dan pake banyak duit / pulsa buat di GSM. sehingga operator GSM lebih punya bunyak duit buat upgrade peralatan. sedangkan operator CDMA kembang kempis.
    2. Karena CDMA sudah identik dengan murahan (maaf…. maksud saya irit…). maka dari itu tidaklah penting beli barang mahal. rata2 pengguna CDMA beli handset termurah, karena mereka sudah punya handset GSM untuk mejeng.

    saya recap ya…
    Jadinya saat ini rata2 pengguna handphone AKAN membeli GSM bila hanya membeli 1 handphone. Kurang dari 1% pengguna hanya mempunyai CDMA dan tidak punya GSM, dikarenakan GSM banyak pilihan handet, dan di GSM featurenya itu mantap2.
    Hal ini mengakibatkan penggunna willing mengeluarkan duit banyak di GSM tapi tidak di CDMA. bilamana ada handet CDMA baru keluar lebih canggih, antusiast membeli handet tersebut tidak ada.

    Menurut data perhitungan penjualan handset di indonesia, handset CDMA itu life timenya 5-7tahun. sedangkan GSM itu 1-3 tahun.

    Ini adalah lingkaran setan CDMA. pengguna saat ini mau data pake GSM, karena phonenya enak, browsernya canggih/cepat. CDMA cuma voice call aja.

    oh… ya…
    menurut data yang saya dapat.
    pengguna CDMA di seluruh dunia mulai tahun 2007 menurun terus. dikarenakan banyaknya operator CDMA gulung tikar, dan pindah ke teknologi GSM. Saat ini cuma ada 2 negara yang demen CDMA…. yaitu china telecom dengan 80juta user… dan indonesia (telkom dan esia).

    selain itu, di tempat lain… operator CDMA berlomba2 pindah technology.

    untuk info aja…
    wimax juga mati…
    operator pendukung wimax sudah tidak ada lagi.
    dan wimax sudah di anggap technology gagal.
    kalau mau langganan wimax tapi harus beli alat, jangan mau…
    kalau alat ngak usah beli… terserah kamu mutusin

  4. hendra says:

    Pak hazim,

    salam kenal..
    saya mau tanya di EVDO rev B menggunakan 2 prinsip : TDMA dan CDMA dari MS ke BTS betul ya pak ? bisa tolong diterangkan lebih detail soal evdo rev B..makasih

    salam

    hdr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s