Yang terzalimi… yang terpilih?


Wajah politik di negara-negara Asia mempunyai banyak persamaan.  Diantaranya adalah faktor keturunan, seperti anak atau istri atau suami dari seorang yang pernah memimpin negara, akan mempunyai kans yang besar bila ikut dalam pemilu. Contoh Benazhir Bhuto putri Ali Bhuto (Pakistan), Asif Ali Zardari suami Benazhir Bhuto (Pakistan), Indira Gandhi putri Jawaharlal Nehru (India), Megawati putri Soekarno (Indonesia), Lee Hsin Loong putra Lee Kuan Yu(Singapura) dan masih banyak yang lainnya.

Kesamaan lainnya adalah kuatnya emosi pemilih dalam mempengaruhi pilihan. Di negara-negara Asia, kandidat yang terlihat sebagai pihak yang teraniaya punya peluang kuat untuk memenangkan pemilu. Cory Aquino mengalahkan presiden Marcos karena simpati rakyat terhadapnya atas kematian suaminya sebagai pihak teraniaya. Asif Ali Zardari memenangkan pemilu di Pakistan karena simpati rakyat atas terbunuhnya istrinya. Bahkan Sonia Gandhi pun sebetulnya memenangkan pemilu meskipun bukan asli India, karena simpati rakyat atasnya sebagai pihak teraniaya dengan terbunuhnya Rajiv Gandhi, sang suami.

Kalau melihat pemilu presiden di Indonesia apakah rumus ini berlaku ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s