Optimasi Kapasitas GSM


Oleh: Hazim Ahmadi

lunch in foulad sar

Daripada ilmu ini hilang tak berguna, maka aku coba sharing ke para pembaca tentang teori optimasi kapasitas yang ada pada teknologi GSM. Ilmu ini saya dapat dari workshop di Foulad Sar, Isfahan, Iran tahun 2008. Presentasi diberikan oleh Dr Sami Tabbanese dari Maroko yang orangnya mirip-mirip kiper Manchester United Edwin Van Der Saar.

Yang saya sampaikan di sini tidak akan membahas lengkap teori GSM, karena saya yakin hal itu bisa dicari lewat google atau wikipedia.

Optimasi terhadap jaringan GSM diperlukan ketika jaringan mengalami kekurangan kapasitas akibat tidak efisiennya penggunaan spektrum frekuensi. Teknologi antarmuka udara GSM menggunakan akses ganda berdasarkan pembagian slot waktu atau time division multiple access (TDMA). Setiap slot waktu menempati lebar pita 200 kHz yang dapat dibagi menjadi 8 time slot (ts). Penomoran kanal ts diberikan seperti pada terminologi digital lainnya yaitu dengan nomor 0-7. Jadi satu frekuensi pembawa pada sistem GSM mempunyai 8 kanal yang biasanya dirancang 1 ts untuk control channel dan sisanya untuk traffic channel.

Sistem GSM yang paling populer dialokasikan pada frekuensi 900 MHz atau lebih tepatnya 890-915 MHz untuk uplink yaitu dari handset ke BTS dan 935-960 MHz untuk downlik yaitu dari BTS ke handset. Untuk kasus Indonesia lebar bandwidth 25 Mhz tersebut digunakan oleh 3 operator yaitu Indosat 10 MHz, Telkomsel 7,5 MHz dan XL 7,5 MHz. Tapi jangan berpikir bahwa mereka bertiga hanya punya sekian bandwidth ya, karena mereka juga punya frekuensi di 1800 Mhz dan frekuensi 3G di 2,1 GHz.

Ok, kita kembali ke teknologi antarmuka GSM lagi. Jadi muncul ide optimasi ini karena bertambahnya pelanggan GSM dunia mendorong peningkatan kebutuhan spektrum baru. Padahal spektrum frekuensi yang ada terbatas dan tidak terbaharui. Maka perlu penggunaan frekuensi yang efisien sebelum diperlukan penambahan spektrum. Optimasi kapasitas pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga kategori besar perancangan sistem. Pertama yaitu merancang berapa banyak transceiver (Trx), jumlah kanal control, jumlah kanal broadcast dan kanal trafik pada satu BTS. Kedua adalah bagiamana mengatur fitur yang digunakan seperti power control, penggunaan voice coding seperti HR, AMR atau paduan HR/AMR dan lain-lainnya. Ketiga adalah mengatur QoS seperti persentase kongestion karena hand off, drop call, bad quality dan pengaturan interferensi yang terjadi pada BTS.

Nah untuk lebih mudahnya, saya sertakan di bawah ini format file excel untuk coba dimaen-maenkan ketika merancang radio pada jaringan GSM. Selamat mencoba, semoga berguna!

64 thoughts on “Optimasi Kapasitas GSM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s