XL Lari, Palapa Ring Terancam Terbengkalai


Ketidakjelasan XL (PT Excelcomindo Pratama) dalam konsorsium Palapa Ring, yang sudah didengungkan sejak beberapa tahun lalu, memberikan efek psikologis pada anggota yang tersisa, yaitu PT Telkom, PT Indosat, dan Bakrie Tel. Hal itu jelas punya efek negatif karena proyek ini lebih pada tanggung jawab sosial perusahaan dibandingkan daripada proyek cari untung. Seperti diketahui pendanaan Palapa Ring ini digunakan untuk membiayai ring backbone bagian Timur Indonesia yang notabene tidak (belum) menarik secara bisnis. Bila proyek ini berhasil maka ketersediaan jaringan akses dan pita lebar di wilayah Timur Indonesia tidak masalah lagi.

Kajian badan telekomunikasi internasional (ITU) yang menyatakan bahwa kenaikan teledensity 1% meningkatkan pertumbuhan ekonomi 3% menjadi dasar mengapa pemerintah Indonesia berniat menggelar jaringan backbone di kawasan Indonesia Timur. Dengan terealisasinya jaringan ini diharapkan isu digital divide yang selama ini ada dapat dikikis habis. Namun mungkin karena keuntungan yang bakal didapat perusahaan telco tidak dapat diraih dalam jangka pendek maka satu-persatu anggota mulai meninggalkan konsorsium. Sebelum XL keluar ada dua anggota lainnya yang sudah keluar duluan yaitu Powertek Utama Internusa dan Infokom Elektrindo.

Waktu memberikan presentasi di Hongkong pada awal Maret 2009 lalu, saya dengan bangga mengatakan bahwa Indonesia punya skenario besar untuk mempunyai jaringan backbone yang menghubungkan seluruh kota besar (440 point) di Indonesia. Dana yang direncanakan tidak tanggung-tanggung yaitu 255 juta dolar Amerika yang dikontribusi dari anggota konsorsium.

 Namun nampaknya cita-cita itu menjadi semakin jauh dari kenyataan karena hantaman krisis, nilai tukar rupiah menjadi rendah, konsorsium pada melarikan diri dan pemerintah tidak tegas bersikap terhadap perusahaan yang sudah untung besar tapi tidak mau terlibat dalam pembangunan. Seharusnya perusahaan yang melarikan diri tadi tidak mencari pembenaran karena lebih memprioritaskan dana untuk ekspansi jaringan. Lebih baik anggaran iklan buat mbayarin para artis-artis top itu yang dikurangi. Tarifnya jangan dibanting terlalu ke bawah biar keuntungannya bisa sebagian untuk membantu masyarakat Timur Indonesia supaya menikmati layanan telekomunikasi seperti teman-temannya yang berada di bagian Barat Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s