Efek Toll Cipularang


Dulu sebelum tahun 2004, sering aku “harus” mengikuti rapat yang dilaksanakan di sekitar Puncak. Macam-macam proyek aku terlibat membuat diriku mobile dari satu tempat ke tempat lain lain, dari satu kota ke kota lain dan dari satu ruang rapat ke ruang rapat yang lain. Kalau bareng-bareng banyakan orang tidak terlalu masalah, karena kita bisa satu kendaraan kantor menuju tempat rapat dari Bandung. Tapi kalau kebetulan harus berangkat sendirian maka diperlukan effort yang cukup menantang, bisa pake travel, naik bis jurusan bandung-bogor, atau nyari tebengan ke teman.

Sejak diresmikan dan digunakannya jalan bebas hambatan (toll) Cileunyi Purwakarta Padalarang (Cipularang) yang menghubungkan ruas toll Cikampek dengan Bandung maka ritual rapat “penting” dipindahkan ke Purwakarta. Kalau di Puncak banyak pilihan tempat, vila atau ruang rapat dan suasana yang diiinginkan, namun kalau di Purwakarta ya cuma satu saja, yaitu Hotel Plaza, di Villa Bukit Mas. Jarak tempuh dari Bandung sekitar 50 km, jadi menjadi tengah-tengah dari arah Bandung dan Jakarta.

Yang asik di sini adalah tempatnya jauh dari keramaian, namun banyak fasilitas yang bisa dinikmati baik berupa olahraga dan makanan, seperti kolam renang, tenis, basket, golf dan kalau makanan anda tentu kenal sate maranggi kan? Lagian tempat ini lebih mudah dijangkau baik dari Bandung maupun Jakarta, kira-kira 30 menitan lah dari Bandung (pintu toll Pasteur).

Terus apa yang ingin saya ceritakan di sini? Sebetulnya banyak, tapi fokus kan saja efek dari adanya jalan toll ini adalah (at least from my opinion): warung (tempat makan) di pinggiran jalan menuju purwakarta menjadi sepi, ruang rapat dan villa di Puncak menjadi sepi di work day, jalan Puncak tidak seramai dulu, penumpang KA Jakarta-Bandung yang komuter pindah mode transport travel, hunian hotel, tempat makan dan factory outlet di Bandung penuh pengunjung di week end, jalanan di Bandung macet parah di week end, harga tanah di sepanjang pinggiran toll antara Padalarang-Purwakarta bakal terkatrol naik, jarak tempuh Jakarta Bandung menjadi hanya sekitar kurang dari 3 jam, dan lain-lain. Satu hal membuat tidak suka adalah jalanan di Bandung macet pas week end.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s