Dari Penyerang Ke Penjaga Gawang


Hari ini Jum at, ada pertandingan futsal antar bidang dan sudah mulai masuk semi final. Tinggal 4 tim besar dari sebelumnya 8 tim futsal. Timku adalah peringkat pertama dari pool B, jadi bertanding melawan peringkat kedua dari pool A.

keeper-futsal-nih

Kalau biasanya menjadi penyerang atau pemain tengah maka karena tidak ada kiper, ya jadilah saya didaulat sebagai kiper. Kadang tidak tahu setelah bola mati, gimana perlakuannya, apakah ditendang dari gawang ataukah diumpan dengan lemparan ke teman. Walaupun akhirnya tim ku menang dengan memasukkan 6 goal dan kemasukan 1 goal.

Pengalaman sebagai striker (penyerang) ternyata sangat membantu untuk menjadi keeper (penjaga gawang) yang baik. Ketika mau melakukan shooting ke gawang setahuku hasil yang baik adalah yang fokus terarah dengan konsentrasi dan sinergi gerakan mata, pikiran, badan dan kaki. Hasilnya akan optimal. Berbekal itu, setiap ada shooting dari lawan pertama yang saya lihat adalah mata dari penendang bola tadi. Kemana arah bola mata bergerak saya berusaha mengantisipasi arah bola. Hasilnya tidak kurang dari 10 tendangan ke arah gawang dapat saya block atau alihkan keluar. Satu-satunya goal yang tercipta adalah karena salah antisipasi. Setahuku mata penendang ke atas, maka saya antisipasi gerakan ke atas, eh…ternyata bola arahnya menyusur tanah. I think to change my favorite position become a keeper rather than striker as following the match result this morning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s