Pertumbuhan ARPU Tidak Sejalan Dengan Pertumbuhan Trafik


Oleh: Hazim Ahmadi

Awal bulan Maret 2009 yang lalu saya menghadiri konferensi “Mobile Backhaul Asia 2009” di Hongkong yang diadakan oleh BEACON Events. Saya diundang menjadi salah satu pembicara pada konferensi di hari kedua. Meskipun dari semua sesi acara ini sangat informatif, namun di sini saya hanya fokus menulis isu yang beredar selama konferensi yaitu meningkatnya pertumbuhan trafik yang tidak sejalan dengan pertumbuhan ARPU dan kebutuhan akan solusi backhaul yang mampu memberikan kapasitas yang lebih tinggi. Kalau di sistem seluler backhaul adalah saluran transmisi yang menghubungkan BSC/RNC dengan BTS atau Node B.

Di banyak negara trafik seluler meningkat leading terhadap peningkatan OPEX dan CAPEX. Namun pertumbuhan ARPU tidak seiring bersama dengan pertumbuhan trafiknya. Pasar yang sudah jenuh, kompetisi yang semakin ketat dan relatif menurunnya harga perangkat menjadi factor penyebabnya turunnya tarif – untuk tidak menyebut perang tariff. Kalau hingga tahun 2005, layanan 3G belum benar-benar terasa karena masih hanya sekitar akses internet untuk berita, download gambar, download ringtone maka sejak 2006 layanan mobile Internet menjadi lebih nyata dengan hadirnya kemampuan upload gambar, push email, multimedia, real mobile Internet dan aplikasi pitalebar lainnya.

Sampai saat ini banyak operator seluler yang masih menggunakan sirkit E1 atau T1 dalam memenuhi kebutuhan backhaul seluler, yaitu dengan teknologi TDM dan ATM untuk melayani pengiriman data, suara dan aplikasi pita lebar video. Bandwidth yang diberikan E1 sangat terbatas yaitu hanya 2 Mbps per pasang kabel tembaga. Sehingga jaringan TDM eksisting tidak mampu mengikuti permintaan pelanggan. Adopsi terhadap layanan 3G yang terus berkembang dan potensi penggelaran jaringan WiMAX dan LTE dalam skala besar menjadi sinyal kuat terhadap kebutuhan kapasitas jaringan pada sisi back end. Kebutuhan backhaul yang semula hanya 4-6 Mbps per BTS menjadi 30 Mbps per Node B. Solusi E1 atau T1 menjadi sangat mahal.

Untuk itu dibutuhkan backhaul dengan kapasitas yang tinggi guna mendukung evolusi teknologi jaringan. Operator harus mampu mempertemukan antara permintaan layanan sekarang dan yang akan datang dengan menggelar solusi backhaul yang cost-effective. Kesan yang saya dapat dari Mobile Backhaul Asia adalah IP/MPLS (Internet Protocol/Multiprotocol Label Switching) merupakan kunci dari banyak solusi. Dengan dukungan IP/MPLS Forum, teknologi IP/MPLS semakin mature dan makin proven di lapangan. Forum ini cakupannya internasional, didukung oleh banyak pemain industri, service provider, vendor perangkat, pusat pengujian dan pengguna skala perusahaan. Fokus utama untuk 2009 adalah Program Sertifikasi pada backhaul seluler. Vendor pertama yang sudah mendapatkan sertifikasi backhaul seluler pada fase pertama adalah Cisco Systems. Fase pertama ini masih berjalan dan akan diumumkan juga vendor-vendor yang lolos sertifikasi pada Q2 2009. Pada Oktober 2008 yang lalu, forum ini telah mengumumkan telah menyetujui spesifikasi teknis pertama berkaitan dengan Mobile Backhaul Initiative (MMBI), yang mendefinsikan bagaimana MPLS dapat digunakan untuk backhaul traffic operator seluler. Forum juga akan mengadakan tambahan spesifikasi MMBI untuk sertifikasi ATM and IP solution over MPLS. Forum akan memperluas jangkauan aplikasi untuk mendukung operator melalui arsitektur Radio Access Network (RAN) termasuk didalamnya HSPA, WiMAX dan LTE

IP/MPLS menawarkan banyak kelebihan dan telah digelar secara global di jaringan seluler. IP/MPLS mempunyai kelebihan dari sisi scalability, resiliency, manageability, traffic engineering, QoS dan multiservice – mendukung 2G, 3G, ATM dan IP RAN (e.g. LTE, WiMAX). Pemain besar seperti Telecom New Zealand, AT&T, Mobily dan yang lainnya telah menggelar IP/MPLS; Telecom New Zealand menggelar portofolio IP/MPLS dari Alcatel-Lucent’s. Huawei Technologies telah menjadi solusi IP/MPLS bagi Mobily. Sebelum menggunakan router dari Huawei, layanan suara dan datanya dilayani dengan dua jaringan yang terpisah sehingga OPEX dan CAPEX menjadi tinggi. Penggelaran core network IP/MPLS memberikan dampak yang sangat signifikan bagi Mobily terutama dalam mengembangkan layanan Fixed Mobile Convergence di masa depan.

Topik lain yang banyak mendapat perhatian pada konferensi tersebut adalah penggunaan teknologi backhaul dengan satelit. Di daerah rural, penggelaran backhaul menemui banyak kendala seperti jarak antar sub sistem yang jauh, kondisi alam yang sulit dan bandwidth yang dibutuhkan kecil. Sebagai contoh backhaul melalui satelit menjadi penting untuk wilayah kepulauan seperti Indonesia. VSAT IP menjadi solusi yang baik untuk backhaul seluler atau wireless, yang memungkinkan pengalokasian bandwidth on-demand dan tetap memberikan quality of service. Dengan mengimplementasikan VSAT IP operator jaringan dapat menyediakan jaringan akses untuk layanan 3G dan 3.5G.

Operator seluler yang mungkin menginvestasikan dananya secara besar-besaran meng-upgrade backhaul untuk kebutuhan jangka pendek dan menengah disarankan mendesain backhaul yang mampu untuk melayani GSM, HSPA dan LTE dengan “single-pipe” fashion. Adalah krusial mempertimbangkan evolusi HSPA dan kebutuhan LTE sejak saat ini untuk mengamankan investasi dan untuk menghindari potensi upgrade yang mahal dalam jangka menengah dan jangka panjang. Dan juga menunda investasi besar-besaran dalam jangka pendek dengan taktik menunggu solusi transmisi berkemampuan throughput yang lebih tinggi.

Banyak operator yang sedang melakukan upgrade atau mempunyai rencana upgrade jaringan backhaul mereka, namun secara fakta masih cukup tersedia pasar yang besar koneksi TDM ke BTS. Evolusi dari 2G ke 3G ke 4G akan memakan waktu beberapa tahun; operator harus mampu memaksimalkan investasi jaringan backhaul eksisting dengan jalur migrasi menggunakan diversifikasi, cost-effective solusi backhaul wireless.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s