Is CDMA2000 dead?


Kemanakah peta jalan sistem CDMA2000 nanti? Bagaimana dengan nasib investasi operator? Bisakah secara alami sistem ini berevolusi ke jaringan nirkabel pita lebar?

Pertanyaan – pertanyaan itu sering muncul pada kepala direktur operator seluler berbasis CDMA2000 seiring munculnya isu bahwa sistem ini sudah habis karena tidak bisa evolusi ke 4G.

CDMA2000 menuju ke sistem 3G melalui teknologi 1xEV-DO mulai dari Release 0, Revisi A kemudian Revisi B. Sistem 1xEV-DO Rel.0, mampu memberikan kecepatan hingga 2.4 Mbps. Sedangkan Rev A sudah mampu memberikan 3.1 MBps disertai dengan Quality of Service. Semuanya menggunakan teknologi akses ganda CDMA.

4G yang menstandarkan kemampuan sistem dapat mengirim data dengan kecepatan 1Gbps dengan lebar bandwidth 20 MBps tidak bisa didekati dengan teknologi CDMA. Teknik baru digunakan yaitu menggunakan modulasi 64QAM dengan teknik akses ganda OFDMA.

Semula keluarga sistem CDMA2000 mengeluarkan standar untuk pendekatan persyaratan 4G dengan teknologi OFDMA bernama Ultra Mobile Broadband (UMB). Namun seiring dikeluarkannya press release Qualcomm, sebagai pendukung utama UMB, menyatakan halt terhadap proyek pengembangannya maka secara otomatis sistem CDMA2000 harus mencari roadmap ke 4G. Ada dua teknologi yang sekarang ini digadang-gadang untuk dapat mendekati 4G tadi yaitu LTE dan WiMAX. Nah sistem CDMA2000 dapat dievolusikan ke salah sistem tadi.

Kalau dilihat dari posisi operator seluler yang mengutamakan layanan end-to-end, kekuatan billing yang canggih, manajemen jaringan yang handal, maka pendekatan ke teknologi LTE bagi roadmap CDMA2000 akan lebih mulus dibanding roadmap ke WiMAX. Hal ini didukung fakta-fakta tentang arsitektur dari kedua sistem. Terlihat fungsi-fungsi elemen jaringan lebih lengkap dan sesuai dengan teknologi seluler pada sistem LTE dibanding WiMAX yang lebih “pas” bila disebut dengan teknologi akses. LTE bahkan nantinya menjembatani evolusi jaringan dari flat network ke all IP network.

Bila dilihat persyaratan 4G yang membutuhkan bandwidth sebesar 20 MHz, maka akan timbul kesulitan baru bagi operator untuk dapat mengalokasikan spektrum selebar itu. Kesulitan tidak hanya dari cara mendapatkannya, di mana alokasinya, tetapi juga pada masalah cost yang sekarang ini semua regulator “menyadari” bahwa spektrum layak dijual dengan mahal demi pemasukan negara. Ada beberapa kandidat spektrum yang mungkin diantaranya adalah pita 700, pita di atar 2.5 GHz, pita 1900 MHz de el el. Namun sulit untuk dapat menggabungkan 20 MHz dalam satu alokasi spektrum. Mungkin cara yang dapat ditempuh diantaranya yaitu dengan refarming terhadap spektrum frekuensi eksisting.

Kesimpulan

Jadi secara alami memang CDMA2000 tidak bisa berevolusi dengan standar 3GPP2 yaitu UMB. Namun secara teknologi dan bisnis, sistem ini dapat berevolusi ke 4G melalui teknologi LTE or WiMAX.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s