Overview Teknologi HSPA


Oleh: Hazim Ahmadi

HSPA sebetulnya adalah terminologi yang digunakan untuk menggabungkan singkatan HSDPA dan HSUPA. Sekarang ini teknologi pita lebar bergerak telah digelar di mana-mana yang diikuti dengan berbagai varian perangkat terminal di pasaran baik dari sisi volum maupun bentuk. Hal ini menunjukkan bermacam-macam cara orang mengakses informasi.

Jaringan HSPA banyak digelar dengan frekuensi 1900 MHz dan 2100 MHz serta sebagian di spektrum 850 MHz. Kemungkinan HSPA juga diimplementasikan pada spektrum realokasi UHF dan refarming eksisting spektrum seluler. Makin rendah spektrum yang digunakan makin meningkatkan cakupan jaringan HSPA.

HSDPA High Speed Downlik Packet Access – adalah upgrade perangkat lunak pada standar UMTS Rel 99. Upgrade tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi latency link yang tercapai karena mengggunakan teknik secara paralel:

Adaptive Modulation and Coding – perangkat lunak pada node B (base station) menganalisa kualitas sinyal setiap pengguna dan kapasitas suatu sel pada suatu waktu untuk menentukan skema modulasi apa yang akan digunakan untuk “berbicara” ke masing-masing perangkat tersebut. Untuk kualitas sinyal yang bagus dan sel dengan beban rendah, node B tersebut menggunakan modulasi 16QAM, yang memungkinkan kecepatan data mencapai puncak hingga 3,6Mbps dan akan turun ke modulasi QPSK dengan kecepatan data yang rendah bila kondisi menjadi sedikit memburuk.

Fast Packet Scheduling – berdasar laporan kekuatan sinyal dari masing-masing perangkat terminal dalam sel tersebut. Node B dapat menentukan terminal mana yang berhak mengirim data pada frame waktu 2 mdetik berikutnya sehingga penggunaan bandwidth yang disediakan menjadi lebih efisien. Node B juga dapat menentukan berapa banyak data dikirim ke perangkat terminal berdasar link budget-nya. Sistem HSPA menggunakan 16 kode dimana sebanyak 15 ditetapkan untuk HSPA. Node B kemudian menentukan berapa banyak kode untuk masing-masing perangkat dalam sel tersebut pada setiap slot waktu 2 mdetik yang nantinya menentukan kecepatan data total yang dikirimkan. Node B dapat menetapkan semua slot waktu dan seluruh 15 kode tersebut kepada satu perangkat terminal saja dalam sel tersebut. Jika perangkat tersebut melaporkan kondisi sinyal bagus maka data yang dikirimkan dapat mencapai maksimum.

Hybrid Automatic Repeat reQuest (HARQ) – teknik ini menggunakan error correction pada transmisi paket antara node B dan perangkat terminal. Perangkat terminal meminta transmsisi ulang paket yang salah sambil melakukan penyimpanan semua paket yang rusak. Perangkat kemudian menggabungkan kembali semua paket tersebut untuk mengkoreksi kesalahan.

HSUPAHigh Speed Uplink Packet Access – memanfaatkan teknik yang sama dengan HSDPA dalam hal adaptasi link pada modulasi dan HARQ untuk memperbaiki uplink. Data yang dapat dicapai adalah transmisi data sinkron hingga 5.7 Mbps. Perbedaannya hanya pada cara kerja penjadwalan untuk melayani semua perangkat uploading dan skema modulasi:

Scheduling – ini merupakan mekanisme request-grant mirip dengan Fast Packet Scheduling di atas tetapi inisiasi dilakukan oleh perangkat terminal. Perangkat terminal meminta izin untuk mengirim data dan node B menentukan berdasar pada beban sel, request dan level daya dalam sel, serta kapan dan berapa banyak perangkat yang harus di-granted izin, pada kecepatan berapa dan seterusnya.

Non-Scheduled – untuk aplikasi tertentu dimana tunda pada Scheduled request dan overhead node B menjadi kritis seperti VoIP, maka ada metode lain dimana perangkat terminal meng-inisasi transmisi. Dalam kasus ini level daya diatur oleh perangkat tersebut dan biasanya ditetapkan konstan. Dengan aktifitas Scheduled request-grant, node B menentukan level daya transmisi perangkat tersebut serta mengendalikannya secara dinamis untuk menjamin efisiensi maksimum bagi semua perangkat terminal pada sel tersebut.

HSPA Evolved – kadang ditulis HSPA+. Sistem ini akan meningkatkan kemampuan downlink hingga 42 Mbps dengan menggunakan modulasi 64QAM dan uplink hingga 11,5Mbps melalui 16QAM. Peningkatan lebih lanjut untuk mencapai kecepatan tersebut adalah penambahan antena MIMO (multiple in multiple out).

Referensi:

1. hspa.gsmworld.com/

2. Sumber-sumber lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s