Push-to-Talk


Jika biasanya yang menggunakan walkie-talkie adalah polisi di jalan atau sopir taksi atau pekerja kontraktor gedung, maka suatu saat nanti akan terlihat banyak orang awam menggunakan teknologi ini. Namun kalau kelompok yang pertama tadi menggunakan perangkat walkie-talkie yang umum, untuk kelompok yang kedua menggunakan teknologi seluler. Bisa dengan teknologi GSM bisa juga dengan teknologi CDMA. Nama layanan itu adalah Push-to-Talk.

 

Apakah push-to-talk itu?

Push-to-talk merupakan teknologi instant yang memungkinkan komunikasi one-to-one dan one-to-many, suara dan data dua arah, tidak memerlukan dial-up tetapi pengguna tinggal menekan button waktu mau bicara. Dalam tulisan kali ini, topik pembicaraan dibatasi hanya pada push-to-talk untuk memberikan layanan komunikasi suara.

 

Di negara Amerika Serikat, layanan ini sudah banyak digunakan tidak terbatas kepada kelompok yang disebutkan tadi, tapi juga menjangkau kalangan pebisnis dan orang awam. Mulai dari suami yang minta dibelikan sikat gigi kepada istrinya yang sedang di lorong supermarket sampai pada anak – anak remaja yang mengatur pertemuan dengan teman – temannya. Dalam suatu survei, peneliti menanyakan kepada sekitar 1300 orang pengguna telepon seluler tentang 10 fitur yang paling disukai pada telepon seluler. Hasilnya fitur push-to-talk menempati posisi kedua setelah kamera digital.

 

Mengapa layanan ini bisa digemari pelanggan mungkin jadi pertanyaan banyak orang. Sebagian orang skeptis dengan layanan ini karena karena dinilai banyak kekurangannya. Misalnya masalah jeda dalam pembicaraan dan tidak compatible-nya perangkat yang digunakan oleh setiap operator. Jawabannya sederhana yaitu karena layanan ini lebih murah dibanding layanan seluler biasa. Sebuah operator penyelenggara layanan ini, Nextel di Amerika, menerapkan tarif 40 dolar Amerika per bulan per pengguna untuk percakapan lokal. Sedangkan untuk dapat menikmati layanan yang dalam cakupan nasional ditambahkan 10 dolar. Pelanggan dapat menikmati layanan permbicaraan push-to-talk yang tidak berbatas. Sebagai ilustrasi ada dua operator yang sudah beroperasi menerapkan tarif seperti pada tabel berikut ini.

 

  Tabel 1. Perbandingan biaya push-to-talk

Operator

Biaya (USD/month)

Local call

(menit)

Long distance

(menit)

Local group call

Local Night and weekend call

Nextel

40

500

4500

Unlimited

Unlimited

Verizon

60

Unlimited

1000

Free unlimited

Unlimited

Long distance call Nextel adalah 20 sen per menit.

  

Cara Menggunakan

Untuk memberikan gambaran nyata contoh berikut diambil dari sistem push-to-talk dengan teknologi buatan Fastmobile (selain itu ada juga sistem Kodiak) yang digunakan oleh salah satu operator diatas. Ketika menggunakan pengguna tinggal memilih orang yang mau dihubungi di phonebook, tekan dan hold pada talk button kemudian bicara.  Ketika mau mengakhiri pembicaraan dapat dilakukan dengan melepaskan talk button.

Gambar 1. Memulai pembicaraan layanan push-to-talk 1)

    

 

 Gambar 2. Memilih lawan bicara 1)

 

Teknologi yang digunakan

Pada dasarnya layanan push-to-talk adalah layanan suara half duplex, dimana komunikasi berlangsung dua arah tetapi dengan waktu yang bergantian. Bila diterapkan pada sistem GSM, maka layanan ini akan dilewatkan melalui Internet Protocol (IP) atau voice over IP (VoIP) dengan memanfaatkan komunikasi data pada sistem General Packet Radio Service (GPRS) atau Enhanced Data rates for Global Evolution (EDGE).  Sedangkan bila diterapkan pada sistem CDMA, layanan push-to-talk dapat memanfaatkan jaringan komunikasi data pada sistem CDMA2000 1x, EV-DO dan EV-DV. Namun jaringan data yang dipunyai suatu operator biasanya tidak seluas dengan jaringan voice-nya. Bisa jadi jaringan voice mempunyai cakupan national wide, tetapi jaringan komunikasi datanya hanya terbatas pada kota – kota besar saja. Dengan demikian layanan ini hanya dapat dinikmati terbatas pada wilayah cakupan dimana operator mempunyai cakupan jaringan komunikasi data saja.  

Untuk dapat memberikan layanan push-to-talk operator telekomunikasi seluler yang sudah didukung dengan jaringan komunikasi data juga harus menambahkan suatu perangkat subsistem. Subsistem terdiri dari server untuk penyimpan proxy, server yang berfungsi sebagai titik akhir pensinyalan dan server yang berfungsi untuk mengatur manajemen daftar kontak dan akses pelanggan lainnya. Secara lengkap komponen yang menyusun subsistem untuk memberikan layanan push-to-talk pada sistem seluler dibahas pada Arsitektur Subsistem Push-to-talk di bawah.

Sedangkan di sisi pelanggan dibutuhkan terminal handset yang sudah mendukung kemampuan komunikasi push-to-talk. Dari vendor perangkat terminal sendiri sekarang sudah ada kolaborasi antara Motorola, Nokia, Ericsson dan Siemens untuk mengembangkan terminal dengan kapabilitas push-to-talk. Nokia telah mulai meluncurkan terminal seri 5140 yang dapat dipergunakan di jaringan GSM. Sedangkan Motorola mengeluarkan seri V60p sebagai komplemen infrastruktur server CDMA 1X PTT yang mampu memberikan layanan push-to-talk ini.

 

Arsitektur Subsistem Push-to-talk

Arstitektur dari perangkat subsistem push-to-talk untuk sistem seluler terdiri dari UE, GLMS, dan IMS Core.  

UE atau user equipment adalah terminal yang sudah mempunyai aplikasi client sofware push-to-talk.  

IMS Core atau IP Multimedia Subsystem Core adalah tempat menyimpan proxy SIP. Perangkat ini merupakan titik kontak yang pertama akan dihubungi oleh UE karena disinilah disimpan proxy yang di-set up pada UE sebagai proxy outbound. IMS Core akan melakukan ruting SIP dari UE ke PoC Server, otentikasi dan otorisasi, mempertahankan status sesi IP dan status registrasi serta memberikan rekaman ke sistem pembebanan (charging system).

 

GLMS atau group and list management server adalah server yang digunakan oleh PoC server untuk manajemen grup, contact list dan access list. Contact list adalah semacam phonebook di terminal handset dimana di dalamnya terdapat daftar pengguna (maupun grup) push-to-talk yang bisa dihubungi. Pengguna melalui UE juga dimungkinkan dapat menyimpan maupun mengambil contact list ke dan dari GLMS. Pengguna dapat mendefinisikan grup push-to-talk. Misalnya pengguna ingin melakukan instant talk group session ataukah chat group session tergantung tipe grup yang digunakan. Sedangkan access list digunakan oleh pengguna sebagai alat untuk mengatur siapa yang diperbolehkan berbicara dengan pengguna. Access list berisi identitas PoC dari pengguna atau grup yang sudah ditentukan.  Bisa jadi end user mempunyai satu buah blocked list identitas dan granted list identitas dari pengguna atau grup PoC.

  

Pengalamatan

Bagaimana memberikan identitas setiap pelanggan layanan push-to-talk adalah penting karena tidak semua pelanggan operator mendaftarkannya.

Address-of-record

Operator PoC memberikan address-of-record (juga biasa disebut public user identity) dengan format SIP URI (session initiation protocol uniform resource identifier) kepada setiap pelanggan push-to-talk. Pada user part dari URI secara unik menandai pengguna, sedangkan pada host part dari URI merupakan domain yang dipunyai operator. Contoh pengalamatan menggunakan format URI adalah:

Sip: hazim@telkom.net

Sip: hazim2@telkom.net

Sip: hazim2@risti.telkom.net

 

Private user identity

Selain itu operator penyelenggara juga memberi suatu private user identity untuk keperluan otentikasi kepada setiap pengguna. Private user identity tidak boleh diketahui orang lain dan tidak boleh digunakan untuk pengalamatan.

 

Pembebanan

Dalam hal pembebanan IMS Core dan PoC Server bertugas untuk membuat rekaman charging (pembebanan) dari berbagai macam metode SIP karena pembebanan akan berdasarkan konten dalam pesan. Selain itu PoC Server juga bertugas membuat laporan pembicaraan dan event ke sistem pembebanan. Pesan yang dikirim ke sistem pembebanan untuk pembicaraan mencakup semua informasi yang terkait dengan parameter SIP untuk tiap sesi yang sedang berjalan, jumlah bit yang dikirim, jumlah paket yang terkirim dan durasi percakapan. PoC Server kemudian melaporkan ke sistem pembebanan jumlah paket dan byte yang telah diterima oleh UE dalam suatu percakapan. Dan akhirnya PoC Server akan membuat laporan ke sistem percakapan pada saat timer terlampaui jika kedua pesan yang disampaikan hilang. 

Daftar Singkatan

SIP      : Session Initiation Protocol

RTCP  : RTP Control Protocol

RTP     : Real-time Transport Protocol

UE       : User Equipment

PoC     : Push-to-talk over Cellular

URI     : Uniform Resource Identity

EDGE : Enhanced Data rates for Global Evolution

GLMS : Group and List Management System

IMS     : IP Multimedia Subsystem

 

Referensi

1.      Elisa Batista, Wired News –24 Sept 2003.

2.      White paper Push-to-talk over Cellular; Architecture; PoC Release 1.0; Ericsson, Motorola, Nokia, Siemens; 2003-08.

3.      Brenda Raney, Verizon Wireless.com, 908-306-4824

4.      Charlotte Rubin, Public Relations Manager Ericsson Mobile System

5.      Dan berbagai sumber yang lainnya.

2 thoughts on “Push-to-Talk

  1. hazimahmadi says:

    Karena implementasinya masih memerlukan biaya (cost expenditure) lagi. Terus juga, dikhawatirkan bisnis layanan suara akan ter-kanibal oleh layanan push-to-talk ini.
    Tapi di masa depan layanan ini menjadi embedded di jaringan IP milik operator seluler.

  2. antozz says:

    Informasi yang menarik, hanya saja aku heran kok disini operator kita tidak menawarkannya? sepertinya takut nggak laku percakapannya atau memamng serakah. Kadang sedang di mall harus pake pulsa untuk sekedar tahu keberadaan teman/rekan kita 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s