Evolusi Menuju HSPA, LTE dan SAE


Oleh : Hazim Ahmadi

HSPA

Hingga Maret 2008 jumlah jaringan komersial yang telah menggelar teknologi High Speed Packet Access (HSPA) dan telah melayani sekitar 15 juta di 80 negara di dunia adalah 185 operator. HSPA fase sekarang ini (3GPP Release 6) mampu mengirimkan data downlink dengan kecepatan 14Mbps dan uplink dengan kecepatan 6Mbps. Fase berikutnya, 3GPP Release 7, HSPA Evolution atau biasa disebut dengan  HSPA+, akan mampu membawa data dengan kecepatan hingga 42Mbps pada arah downlink dan 12Mbps pada arah uplink. Hal ini dikarenakan penggunaan teknik modulasi terkini dikombinasikan dengan aliran data ganda menggunakan teknik Multiple Input Multiple Output (MIMO). Teknik modulasi yang digunakan adalah 64QAM (Quadrature Amplitude Modulation) dan 2x2MIMO.  Dengan kombinasi 64QAM dan 2x2MIMO terjadi peningkatan performansi troughput sehingga data yang dikirimkan dapat mencapai 42Mbps pada arah downlink. Sedangkan pada arah uplink menggunakan 16QAM yang diharapkan mampu mendukung kecepatan hingga 16Mbps. Operator Telstra di Australia kemungkinan segera menggelar teknologi ini pada tahun 2009, menurut Ericsson.

 

LTE

Kalau HSPA memberikan kapasitas dan kecepatan yang cukup pada saat ini, LTE diharapkan mampu menawarkan kapasitas dan kecepatan yang lebih. Standar spesifikasi kecepatan datanya adalah 100 Mbps pada arah downlink. Diperkirakan siap digelar sekitar 2010-an, LTE akan mampu membawa aplikasi-aplikasi yang menarik seperti TV interaktif dan game tingkat advance. Karena LTE mendukung kemampuan handover dan roaming ke jaringan bergerak eksisting maka cakupan yang melayani perangkat pelanggan menjadi ubiquitous. 

 

LTE direncanakan menggunakan spektrum radio untuk komunikasi bergerak masa depan (mungkin termasuk frekuensi TV). Carrier bandwidth yang digunakan dapat dipilih antara 1.4 MHz hingga 20 MHz. LTE mendukung akses Frequency Division Duplex (FDD)  dan Time Division Duplex (TDD) pada platform perangkat yang sama.  Spektrum yang sudah teridentifikasi adalah sebelas paired spectrum (FDD) dan empat unpaired spectrum (TDD). Jadi kemungkinan LTE akan menggunakan pita frekuensi yang baru dari pita eksisting dengan alasan supaya lebih mudah menggelar carrier 10MHz atau 20MHz.

International Telecommunication Union (ITU) mendefinisikan LTE sebagai “4G” karena teknologi jaringan ini mampu mengirimkan data dengan throughput 100Mbps untuk pengguna bergerak atau di dalam cakupan wide area.

 

SAE

Pada jaringan inti (core network), akan terjadi evolusi arsitektur bersamaan dengan LTE sesuai spesifikasi 3GPP yaitu System Architecture Evolution (SAE). Arsitektur tersebut menggunakan arsitektur dua node secara flat agar alur payload menjadi lebih optimal, lebih skalabel dan penggelaran jaringan lebih murah untuk layanan IP.

 

LTE merupakan evolusi dari keluarga sistem GSM/WCDMA/HSPA karena itu perangkat eksisting backward compatibility. Namun demikian SAE juga mengakomodasi teknologi akses 3GPP2 seperti CDMA2000 dan teknologi akses non-3GPP seperti WLAN.

Sumber:

Mobile Communications International, issue 150, May 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s