Arun Sarin Pensiun dari Vodafone


Oleh : Hazim Ahmadi

 

Waktu Arun Sarin mengambil alih Vodafone dari kepemimpinan Crish Gent lima tahun yang lalu dia mengatakan akan memfokuskan perusahaan ke depan konsolidasi dan integrasi. Gent bertipe pembangun kerajaan yang ambisius sedangkan Sarin pengemudi bisnis untuk masuk pasar abad 21 yang akan ditandai dengan penurunan revenue, margin yang semakin tipis, kompetisi yang makin ketat dan regulasi yang mengikat.

Pengumuman mundurnya Sarin muncul saat operator terbesar di dunia itu mengumumkan laba dalam setahun yang berakhir 31 Maret 2008 lalu sebesar 6,7 milyar poundsterling dibandingkan kerugian sebesar 4,8 milyar poundsterling pada tahun sebelumnya, dengan revenue data meningkat 40,6 persen yang didorong menguatnya pertumbuhan penjualan mobile data card. Vodafone mencatatkan 5,8 juta pelanggan broadband wireless pada akhir tahun 2007.

Saat konferensi pers pada pagi hari pengumuman tersebut, Sarin mengatakan,”I have achieved what I set out to achive upon becoming CEO five years ago and that is why I think now is the right time for me to retire.” Pada April 2008 lalu oleh salah satu majalah Inggris, dia dinobatkan sebagai orang terkuat dalam dunia bisnis di Inggris. Dia pernah mengalami ujian ketika gagal tender dalam mengakuisisi AT&T tahun 2004, dan menyebabkan kerugian 14,85 milyar poundsterling tahun 2006 hingga ada pemikiran untuk mendesak Sarin turun.

Strategi Vodafone berubah, oleh Sarin, saat perusahaan lebih fokus pada pengurangan biaya overhead melalui penghematan operating expenditure dan memotong lebih dari 400 posisi di kantor pusat. Strategi itu berjalan dengan baik seiring dengan pemberhentian orang-orang yang tidak diperlukan.

Vodafone membuat terobosan besar ketika berhasil mengakuisisi Hutch Essar, salah satu operator di India pada awal 2007. “India adalah pasar seluler yang pertumbuhannya tercepat dan terbesar kedua di dunia. Dengan mengambil kendali operator di sana, Vodafone membuat langkah meyakinkan untuk keluar dari jebakan pasar yang telah jenuh (mature).”, kate John Delaney, dari IDC Analyst.

Keberhasilan Sarin lainnya adalah ketika sukses mengakuisisi pasar yang masih tumbuh seperti Rumania dan Turki. Meskipun menurut Jeremy Green, mobile director di Ovum, jalan keluar yang dilakukan Sarin adalah melalui akuisisi. Vodafone menaruh perhatian operator-operator di Belgia, Swedia, Swiss dan Jepang. Sekarang Arun Sarin keluar dari Vodafone dengan tersenyum dan applaus.

Apakah hal ini akan terjadi juga pada operator telco di Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s