October 8, 2009
Malam itu Bandung sedang diguyur hujan lumayan deras, hingga terasa dingin dan sepi begitu tiba dari Jakarta. Jam di dashboard mobilku baru menunjukkan waktu 20:30-an, seingatku. Kejadian ini adalah sekitar awal tahun 2002, waktu aku masih sering bolak-balik rapat Jakarta-Bandung ketika Flexi baru dibangun. Sepulang dari Jakarta, ambil kendaraan di kantor menuju ke rumah, melewati jalanan sepi, sepanjang Gegerkalong Hilir hingga jalanan Cihanjuang Cimahi.
Sebetulnya pernah dikasi tahu oleh sopir taksi kalau lewat Ciwaruga malam-malam hati-hati, maklum pernah ada yang ditodong. Waktu itu sekitar Ciwaruga memang masih sepi, belum banyak rumah di samping kanan kiri jalanan. Tapi berhubung ingin cepat sampai di rumah, tetap saja aku tempuh jalanan itu. Maka ketika melewati jalan Ciwaruga yang belok ke kiri, bukan jalan tanjakan maut, yang kebetulan emang sepi, hujan, gelap dan dingin, aku injek gas dalam-dalam agar mobil melaju cepat. Namun di tengah turunan karena mungkin hujan cukup deras, genangan air cukup tinggi, sehingga laju mobil agak tertahan. Dan ketika terbebas dari genangan, aku lihat di tengah jalan ada sebuah durian yang cukup besar dengan warna agak kekuningan. Wah hujan-hujan gini ada durian ranum gitu di tengah jalan, pikiranku langsung berputar, jangan-jangan ada orang sengaja memasang agar pengendara yang lewat berhenti dan mengambil buah itu kemudian mereka bisa menodong. Maka aku hindari buah itu dan cepat-cepat aku tinggalkan tempat itu. Ah akhirnya aman juga aku dari ruas jalan itu.
Esok harinya, sore-sore ketika kebetulan pulang kantor aku lewatin jalan itu masih terang, aku periksa di sekitaran tempat itu. Oh ternyata di sebelah kanan jalan yang aku lewatin memang berdiri tegak pohon durian yang rindang dan sedang berbuah banyak. Oalah….ternyata durian yang semalam adalah memang durian beneran yang jatuh dari pohonnya karena sudah matang dan hujan menyebabkan buah tersebut runtuh. Bukan dipasang orang untuk umpan. Hehe….kirain…:-)
October 6, 2009
Tips Bugar Saat Ibadah
- Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
- Kurangi kegiatan yang tak perlu
- Istirahat dan tidur cukup
- Makan bergizi dan teratur
- Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
Tips hindari sakit Batuk
- Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
Tips hindari Influenza
Tip menahan dingin
- Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
Tips barang bawaan
- Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
- Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
- Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
Tips Membawa Barang
- Barang bawaan maksimal 35 kg
- Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
- Jangan membawa barang-barang yang terlarang
- Tandai koper dengan tanda tertentu
Awas copet
Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
- Daerah sekitar pelataran masjid
Tips Saat Tawaf Qudum
Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.
Tips Agar tak Tersesat
- Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
- Berangkat dengan rombongan
- Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
- Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.
Tips masuk masjid agar tak tersesat
- Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
- Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
- Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
- Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
- Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
- Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
- Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.
Tips Mencium Hajar Aswad
- Ambil waktu yang kondisi sekitar ka’bah tidak terlalu padat
- Jangan bawa barang berharga
- Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
- Hindari menyakiti sesama jamaah
Tips Tawaf dan Sai`
- Hafalkan do’a-do’a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
- Berangkat dalam rombongan
- Sepakati lokasi pertemuan
- Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat
Tips Menyimpan Uang
- Tukarkan dengan uang pecahan
- Jangan letakkan uang di satu tempat
- Jangan buka dompet di tempat umum
- Titipkan di safety box jika banyak
- Ke masjid bawa uang secukupnya
Tips di Pondokan
- Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
- Simpan barang di tempat aman
- Matikan peralatan listrik jika pergi
- Matikan peralatan masak jika pergi
- Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
Kebugaran saat ibadah haji
- Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
- Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
- Olahraga ringan setiap pagi
Tip Shalat di Masjid Nabawi
- Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
- Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
- Hindari shalat di pelataran masjid
Tips nyaman beribadah
- Jangan tergantung pembimbing
- Mantapkan tata cara berhaji
Sumber : www.republika.co.id
Filed under Umum
Tags: barang bawaan, hajar aswad, Haji, ibadah, Imunisasi, influenza, Ka'bah, Madinah, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, masker, Mekkah, payung, Sa'i, Tahalul, tawaf
October 5, 2009
Bulan Syawal 1430H sudah melewati pertengahan. Namun ritual puasa Syawalan yang dulu biasa dilakukan hingga in the middle of the month belum juga selesai. Apakah makin bertambah usia makin malas ya ibadahnya, naudzubillahi mindzalika.
Hari ini baru dapat dua hari, dari enam hari yang disunnahkan. Semoga tetap istiqomah, diberi kekuatan ruhani untuk menyelesaikannya. Amien.
August 20, 2009
By : Hazim Ahmadi
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) is going to acquire up to 80 percent of Indonesian Tower shares. It’s subsidiary company, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) has dealed with the share holder of PT Solusindo Kreasi Pratama and Indonesian Tower to complete condition agreement immidiately.
Indonesian Tower is the country’s primary tower rental company, renting towers and indoor repeater stations to telecommunication operators and wireless data providers. It’s clients are ranging from the biggest cellular operator to the smallest fixed wireless access operator in Indonesia such as Telkomsel, Indosat, XL, Flexi, 3, Axis, Mobile8, Smart and Ceria.
By this acquisition will sthrengthen Telkom Group position in telco industri. In Indonesia all wireless operator requires tower in huge number to support their base station, repeater or microwave when they want to expand their network.
Filed under Wireless Technology
Tags: 3, Axis, Ceria, Indonesian Tower, Indosat, Mobile8, Smart, Telkom, TELKOMSEL, Telkomsel Flexi, XL
August 14, 2009
Oleh: Hazim Ahmadi
Sumber: China Market Intelligent Center
Data pelanggan fixed, seluler dan broadband di Asia Pasifik.

August 7, 2009
By: Hazim Ahmadi

The price of additional spectrum for 3G operators in Indonesia will be offered at IDR 160 billion or about USD 16 million for 5 MHz. Telkomsel, the biggest GSM operator, which is 3G operator as well, has dealed with that price and they are waiting for invoice from Ministry of Communication and Information (Depkominfo).
Meanwhile the other operators offered the spectrum much lower below USD 10 mill. Indosat beat the price down at USD 3 million and PT Excelcomindo Pratama (EP) operator aggree the price at USD 4 mill. Two other operators Natrindo (NTS), Axis operator and PT Hutchison CP Telecom Indonesia, Tri operator, didn’t take the bid.
The Ministry of Communication and Information put the price of additional spectrum based on the lowest bid in first 3G frequencies tender in 2006. In that time Telkomsel paid for IDR 218 billion, EP paid for IDR 188 billion and Indosat only paid IDR 160 billion. So that’s why the price of additional 3G frequency is put at IDR 160 billion.
In most 3G operator opinions Depkominfo offering price is very expensive for only 5 MHz spectrum or one carrier. However they urgently need the spectrum to compete with the newcomer BWA operators. As you might know there is no 3G operator got any BWA licenses in all Indonesia regions. The 3G frequency is only way to provide high data services. Actually they need the frequency not just 5 MHz, but more because in other countries the operators commonly get about 20 MHz.
In a market with high penetration by the end of December, 2008, Telkomsel is the market leader with over 45 per cent market share, while Indosat and XL around 24 per cent and 21 per cent respectively. Axis and 3 lag behind with just over nine per cent of the market.
July 31, 2009
By : Hazim Ahmadi
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) is targetting around 300 thousand new subscribers within H2 2009 following on commercial launch of the Speedy, Yes TV and notebook PC bundling program. This additional Speedy subscribers will increase today total number of subscribers become around 1.1 mill by 2009.
Before the program launched a user should come to each distributor to get Speedy (broadband services) and Yes TV (pay TV services). The bundling program make candidate user easier to get those services by visiting only one distributor by buying a notebook with brand HP or Acer or Zyrex or Axico or Byon.
The Speedy bundling program also provide a user with two promotion choiches those are limited package with 15 hours quota and unlimited.
July 22, 2009
By : Hazim Ahmadi

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) got 12 zones of broadband wireless access licenses in Indonesia. Those licenses are awarded to telkom as it won the tender which held by Indonesian government.
The license included seven zones in 3.3 GHz band and five zones in 2.3 GHz without overlap. The 3.3 GHz band license covers seven zones are Jakarta and its suburban area (Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi), Banten area, North Sumatra area, Central of Sumatra area, West Java area, East Kalimantan area, and West Kalimantan area. While the 2.3 GHz band license covers five zones are Centre of Java area, East Java area, North Sulawesi area, Papua area and Maluku area.
The competitive advantages of BWA technology are fast deployment of infrastucture, less expensive in cost of investment, and its mobile capability. In the electronic auction, there were 21 applicants competed to win 15 zone of BWA in Indonesia. At the first time government offered only IDR 53 billion or USD 5.25 million for 15 zones. Because a lot of applicants so the price rose become IDR 460 billion or USD 45.5 million in the last minutes and only eight applicants won the tender.
According to Telkom Vice President’s Eddy Kurnia, “the additional license will be utilized for Telkom itself and its subsidiary operator, especially Telkomsel.” Telkomsel is the biggest GSM operator in Indonesia with about 67 million users by end of 2008.
July 6, 2009
By: Hazim Ahmadi

Indonesian regulator Ditjen Postel warns BlackBerry vendor’s Research In Motion (RIM) to realize customer service center in Indonesia immediately by July 16, 2009. Otherwise Ditjen Postel will reject every certicate application for the newer BlackBerry product. This means there is no way to sell those smart handsets in that country.
The second consequency is Ditjen Postel will freeze the RIM devices certificate which is now already held by any operator partners in Indonesia. By applying this rule the operator partners can not continue to import the older model devices until the customer service care center is realized in Indonesia. As you might know the Indonesian users are very crazy about this smart handset.
The regulator stated that the ultimatum ought to be sent several weeks ago. This alert is following marathon meeting with some departments like commerce, finance, customs, and operators since June 15, 2009. However until now RIM has not built a service center yet. Actually the objective of the regulation is to shelter users from any problems happen when the devices have already in their hands. The vendors, distributors or impoters shall guarantee and provide customer care service center of their products.
According to official data the total number of BlackBerry handset is 320,000 users. The XL operator contributes 150,000 users and two others Telkomsel and Indosat notes each 100,000 users. Refering to XL guy meanwhile the illegal BlackBerry handset number reaches 105,000 users.